Bahaya Aborsi!

Pergaulan remaja sekarang ini, sangat-sangat mengkhawatirkan. Tidak sedikit remaja yang sudah melakukan perbuatan intim layaknya pasangan suami istri. Ketika hal yang tidak terduga terjadi, seperti hamil di luar nikah. Dengan cepatnya para remaja mengambil keputusan untuk menggugurkan kandungannya atau yang disebut aborsi. Demi menutupi aib, segala hal akan dilakukan dan tidak memikirkan dampak negatif yang akan diterimanya.

Aborsi (gugur kandungan) adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin. Apabila janin lahir selamat (hidup) sebelum 38 minggu namun setelah 20 minggu, maka istilahnya adalah kelahiran prematur.

Berikut resiko yang didapat apabila melakukan aborsi:

– Rahim yang sobek (Uterine Perforation)

– Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya

– Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)

– Kanker indung telur (Ovarian Cancer)

– Kanker leher rahim (Cervical Cancer)

– Kanker hati (Liver Cancer)

– Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak
– Infeksi rongga panggul

– Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

Ada juga resiko komplikasi seperti pendarahan, infeksi dan kerusakan organ. Sementara komplikasi yang serius bisa timbul adalah:

1. Pendarahan hebat.
Jika leher rahim robek atau terbuka lebar akan menimbukan pendarahan yang dapat berbahaya bagi keselamatan ibu. Terkadang dibutuhkan pembedahan untuk menghentikan pendarahan tersebut.

2 .Infeksi.
Infeksi dapat disebabkan oleh alat medis tidak steril yang dimasukkan ke dalam rahim atau sisa janin yang tidak dibersihkan dengan benar.
Aborsi tidak sempurna. Adanya bagian dari janin yang tersisa di dalam rahim sehingga dapat menimbulkan perdarahan atau infeksi.

3. Sepsis.
Biasanya terjadi jika aborsi menyebabkan infeksi tubuh secara total yang kemungkinan terburuknya menyebabkan kematian.

4. Kerusakan leher rahim.
Kerusakan ini terjadi akibat leher rahim yang terpotong, robek atau rusak akibat alat-alat aborsi yang digunakan.

5. Kerusakan organ lain.
Saat alat dimasukkan ke dalam rahim, maka ada kemungkinan alat tersebut menyebabkan kerusakan pada organ terdekat seperti usus atau kandung kemih.

6. Kematian.
Meskipun komplikasi ini jarang terjadi, tapi kematian bisa terjadi jika aborsi menyebabkan perdarahan yang berlebihan, infeksi, kerusakan organ serta reaksi dari anestesi yang dapat menyebabkan kematian.

Untuk menghindari maraknya aborsi, sedini mungkin orang tua dapat mengajarkan pendidikan agama serta pendidikan seks, agar ketika memasuki masa remaja anak sudah mengetahui buruknya pergaulan bebas (seks bebas) yang dilarang oleh agama.

Sumber:
http://www.berbagaihal.com/2011/03/berbagai-hal-mengenai-bahaya-aborsi.html

http://detik.com/health/read/2010/03/29/113035/1327552/764/bahaya-melakukan-aborsi

http://herbaten.com/ (Toko Herbal Berkualitas Harga Murah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: